ABSTRACT
La Ode Muhamad Arifin (NIM. G2C1 010 172), Factors
Affecting Teacher Perceptions of Service Quality at the Department of National
Education, Youth and Sports Wakatobi, through the guidance of H. Nasruddin
Suyuti and Malik.
Based on the problems in this study is whether the factors
that influence the perception of teachers affects the quality of service at the
Department of National Education, Youth and Sports Wakatobi, and how much
influence the factors that influence teachers' perceptions of the quality of
service at the Department of National Education, Youth and Sports District Wakatobi,
this study aims to analyze whether there is influence of the factors that
influence teachers' perceptions of the quality of service to test the truth of
hypotheses are formulated based on empirical data on the Department of National
Education, Youth and Sports Wakatobi.
This study examined variable factors that influence the
perception of the dimension includes factors that exist in the perception of
the perpetrator (perceiver), factors that exist at the object or target is
perceived, and the factor perceptual context of the situation in which it is
performed, and the variable quality of service with the dimensions include
tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy.
This study used descriptive analysis, correlational study
verifikatif and causal effects using random sampling methods to measure and
analyze how much influence the factors that influence the perception of the
quality of care at the Department of National Education, Youth and Sports
Wakatobi through a quantitative approach and statistical tests.
The data was collected using a questionnaire as the main
instrument or to the primary data as well as interviews, documentation, and the
study of literature for secondary data. Further quantitative data was processed
using correlation analysis and determination.
The results of this study indicate that factors that
influence the perception of a strong and positive impact and significant impact
on quality of care at the Department of National Education, Youth and Sports
Wakatobi. Factors that influence the perception is the dominant factor
affecting the quality of care at the Department of National Education, Youth
and Sports Wakatobi. These results prove that the quality of care at the
Department of National Education, Youth and Sports Wakatobi will be better if
it has the factors that influence the perception of good.
Key
Words: Factor
Perception, Quality
and Service
Implementasi otonomi daerah di Indonesia diharapkan akan
mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan
rakyat, dan menciptakan demokrasi yang lebih baik. Dengan
diberlakukannya otonomi daerah tersebut, kewenangan pemerintah daerah menjadi
lebih luas. Akan tetapi dalam pelaksanaan otonomi daerah ini, diharapkan
pemerintah daerah dapat melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab berdasarkan
tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Otonomi daerah
telah membawa implikasi pada terjadinya demokratisasi, termasuk juga dalam hal
pelayanan publik yang dilaksanakan. Masyarakat mulai kritis dan bias menentukan
jenis pelayanan bagaimanakah yang masyarakat kehendaki. Masyarakat yang sedang
tumbuh ke arah masyarakat madani (civil society) menuntut adanya peran
birokrasi pemerintahan yang lebih adaptif terhadap penguatan hak-hak publik
dalam pemberian pelayanan secara lebih luas dan berimbang.
Melayani
masyarakat merupakan salah satu tugas pokok pemerintah. Pemerintahan dibentuk
dengan maksud agar rakyat dapat memenuhi segala kebutuhannya. Rakyat sebagai
pemegang kedaulatan negara, memiliki hak untuk menuntut pemerintah yang tidak
melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sebagai aparatur
pemerintah.
Kompetensi
pelayanan prima yang diberikan oleh aparatur pemerintahan kepada masyarakat
terlihat dari seberapa puas masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh
aparatur pemerintahan tersebut. Oleh karena itu
kualitas pelayanan pada masyarakat merupakan salah satu masalah yang perlu
mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menurut Sianipar (1998:7), pelayanan
prima (Service Excelence) adalah pelayanan terbaik, melebihi, melampaui,
mengungguli, pelayanan yang diberikan pihak lain atau dari pada pelayanan waktu
yang lalu.
Persepsi
masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah di daerah umumnya kinerjanya
masih belum seperti yang diharapkan, termasuk dalam hal ini faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan
Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi. Belum maksimalnya kinerja
pelayanan ini antara lain dikarenakan belum dilaksanakannya transparansi dan
akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Nasional
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi, masih dijumpai
permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pemberian pelayanan, khususnya
kepada guru. Fenomena
tersebut menggambarkan adanya masalah kualitas pelayanan pada instansi tersebut
yang dialami oleh guru. Di antara mereka masih ada yang mengeluh terhadap
penyelenggaraan pelayanan yang dirasakannya belum seperti yang diharapkannya. Dari
hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang “Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Persepsi Guru terhadap Kualitas Pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda
dan Olahraga Kabupaten Wakatobi”.
Permasalahan
dalam penelitian ini adalah (1) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
guru berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi?, dan (2) Seberapa besar pengaruh
faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pada
Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi?
Mengacu pada permasalahan tersebut, maka
tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pada
Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi, dan (2) Untuk
mengetahui dan menganalisis seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
guru terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Wakatobi.
Persepsi pada
hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam
memahami informasi tentang lingkungannya, baik melalui penglihatan,
pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi
adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran
yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap
situasi. Menurut Rakhmat (2001:51), bahwa persepsi adalah pengalaman tentang
objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menimbulkan
informasi dan menafsirkan pesan. Sedangkan menurut Thoha (2002:123), bahwa persepsi
pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam
memahami informasi tentang lingkungan, baik lewat penglihatan, pendengaran,
penghayatan, perasaan dan penciuman.
Menurut Rivai dan Mulyadi (2010:236),
individu mempersepsikan suatu benda yang sama secara berbeda-beda, hal ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a.
Faktor yang ada pada pelaku
persepsi (perceiver), meliputi sikap, keutuhan atau motif, kepentingan
atau minat, pengalaman dan pengharapan individu.
b.
Faktor yang ada pada objek atau
target yang dipersepsikan, meliputi hal-hal baru, gerakan, bunyi, ukuran, latar
belakang dan kedekatan.
c.
Faktor konteks situasi dimana
persepsi itu dilakukan, meliputi waktu, keadaan/tempat kerja dan keadaan
sosial.
Pelayanan pada dasarnya dapat
didefinisikan sebagai aktivitas seseorang, sekelompok dan/atau organisasi baik
langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Moenir (Pasolong,
2007:128), mengatakan bahwa pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui
melalui aktivitas orang lain secara langsung. Sedangkan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara (Pasolong, 2007:128), mengemukakan bahwa pelayanan adalah
segala bentuk kegiatan pelayanan dalam bentuk barang atau jasa dalam rangka
upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan kedua pendapat tersebut,
dapat digeneralisasi bahwa pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan pelanggan
baik berupa barang ataupun jasa.
Kualitas mengandung arti relatif karena
bersifat abstrak, dan digunakan untuk menilai atau menentukan tingkat
penyesuaian suatu hal terhadap persyaratan atau spesifikasinya. Bila
persyaratan atau spesifikasi itu terpenuhi berarti kualitas sesuatu hal yang dimaksud
dapat dikatakan baik, sebaliknya jika persyaratan tidak terpenuhi maka dapat
dikatakan tidak baik. Dengan demikian, untuk menentukan kualitas diperlukan
indikator. Karena spesifikasi yang merupakan indikator harus dirancang berarti
kualitas secara tidak langsung merupakan hasil rancangan yang tidak tertutup
kemungkinan untuk diperbaiki atau ditingkatkan.
Tjiptono (2007:2), mengemukakan bahwa:
“Kualitas
mengandung banyak definisi dan makna, sehingga orang yang berbeda akan mengartikannya
secara berlainan. Hal ini antara lain:
(1) Kesesuaian dengan persyaratan/tuntutan, (2) Kecocokan untuk
pemakaian (3) Perbaikan/penyempurnaan berkelanjutan, (4) Bebas dari
kerusakan/cacat, (5) Pemenuhan kebutuhan pelanggan semenjak awal dan setiap
saat, (6) Melakukan segala sesuatu secara benar semenjak awal, dan (7) Sesuatu
yang bisa membahagiakan pelanggan”.
Menurut Zeithaml, Parasuraman dan Berry
(Pasolong, 2007:135), untuk mengetahui kualitas pelayanan yang dirasakan secara
nyata oleh pelanggan, ada indikator kepuasan pelanggan yang terletak pada lima
dimensi kualitas pelayanan menurut apa yang dikatakan pelanggan, yaitu:
a.
Tangibles, yaitu kualitas
pelayanan berupa sarana fisik perkantoran, komputerisasi administrasi, ruang
tunggu, tempat informasi.
b.
Reliability, yaitu kemampuan
dan keandalan untuk menyediakan pelayanan yang terpercaya.
c.
Responsiveness, yaitu
kesanggupan untuk membantu dan menyediakan pelayanan secara cepat dan tepat,
serta tanggap terhadap keinginan pelanggan.
d.
Assurance, yaitu kemampuan
dan keramahan serta sopan santum pegawai dalam meyakinkan kepercayaan
pelanggan.
e.
Empathy, yaitu sikap tegas tetapi penuh
perhatian dari pegawai terhadap pelanggan.
Penelitian terdahulu yang ada
relevansinya dengan rancangan penelitian ini adalah:
1. Tengku
Mansur (2008), dengan judul: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan
Publik pada Bagian Bina Sosial Setdako Lhokseumawe. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa, diperoleh tingkat hubungan antara faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas pelayanan yaitu organisasi, kemampuan dan keterampilan,
penghargaan dan pengakuan, kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan. Dari semua
faktor tersebut, faktor kemampuan dan keterampilan memiliki tingkat
signifikansi yang sangat nyata atau sangat signifikan terhadap kualitas
pelayanan masyarakat. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini
adalah bahwa keduanya meneliti tentang kualitas pelayanan. Sedangkan perbedaannya,
terletak pada indikator yang digunakan dalam menganalisis kualitas pelayanan.
Dimana penelitian Mansur, menggunakan indikator organisasi, kemampuan dan
keterampilan, penghargaan dan pengakuan, kepemimpinan terhadap kualitas
pelayanan, sedangkan pada penelitian ini menggunakan indikator tangibles,
reliability, responsivess, assurance dan empathy.
2. Wa Ode Andriani (2010), dengan judul:
Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat di
Kantor Badan Penyelenggara Pelayanan Perizinan Kota Kendari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa, kualitas pelayanan publik berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan di Kantor Badan
Penyelenggara Pelayanan Perizinan Kota Kendari. Persamaan penelitian tersebut
dengan penelitian ini adalah bahwa, keduanya meneliti tentang kualitas pelayanan.
Sedangkan perbedaannya, terletak pada indikator yang digunakan dalam
menganalisis kualitas pelayanan publik. Dimana penelitian Andriani, menggunakan
indikator akuntabilitas, responsivitas, orientasi terhadap pelayanan dan
efisiensi, sedangkan pada penelitian ini menggunakan indikator tangibles,
reliability, responsivess, assurance dan empathy.
Perbedaannya yang lain adalah pada variabel lain yang diteliti dimana Andriani,
meneliti kepuasan masyarakat sedangkan penelitian ini meneliti persepsi
guru.
3. Indriati Ningsih (2011), dengan judul: Pengaruh
Kapasitas Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Sertifikasi Tanah pada Kantor
Pertanahan Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh
signifikan kapasitas pegawai terhadap kualitas pelayanan sertifikasi tanah pada
Kantor Pertanahan Kota Kendari. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian
ini, adalah bahwa keduanya meneliti tentang kualitas pelayanan dengan indikator
yaitu tangibles, reliability, responsivess, assurance dan empathy.
Sedangkan perbedaannya, terletak pada variabel independen yang digunakan. Pada
Ningsih, menggunakan kapasitas pegawai sedangkan dalam penelitian ini,
menggunakan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru.
Adapun skema kerangka pemikiran dalam
penelitian ini sebagai berikut:
Gambar 1. Skema
Kerangka Pemikiran
Adapun
hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H0:
r = 0: Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pada Dinas
Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi.
H1:
r ≠ 0: Faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi guru berpengaruh signifikan terhadap kualitas
pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Wakatobi.
Tempat
dari penelitian ini adalah pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Wakatobi
dan waktu yang digunakan dalam penelitian ini selama lima bulan yaitu dimulai
dari bulan Februari sampai dengan Juni tahun 2012 dengan rincian kegiatan yaitu
(1) Ujian Proposal, (2) Persiapan, (3) Penelitian lapangan, (4) Editing data,
(5) Analisis data dan penulisan laporan, (6) Konsultasi, (7) Ujian hasil
penelitian, dan (8) Ujian tesis.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pada Taman Kanak-kanak
(TK)/Kelompok Belajar (KB), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah
Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas
(SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan
Wangi-Wangi pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Wakatobi. Adapun jumlah guru yang menjadi populasi dalam penelitian ini sebanyak
748 orang dengan rincian pertingkatan sekolah yaitu: TK/KB sebanyak 66 orang,
SD/MI sebanyak 313 orang, SMP/MTs sebanyak 197 orang, dan SMA/SMK/MA sebanyak
172 orang.
Penarikan
sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (random sampling)
dengan menggunakan rumus Slovin (Riduwan, 2007:65), sebagai berikut:
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah
desain kuantitatif, dengan menggunakan teknik random sampling sesuai
dengan tujuan penelitian, dengan menganalisis pengaruh antar variabel yaitu
faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) dan variabel kualitas pelayanan
(Y) pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi.
Peneliti menggunakan pendekatan penelitian sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai, yaitu selain menggambarkan dan menjelaskan fakta empirik yang
ditemukan di lapangan, juga melakukan analisis pengaruh antar variabel yang
diteliti.
Penggunaan pendekatan kuantitatif dalam penelitian
ini, juga didukung oleh pendekatan kualitatif yang diarahkan untuk mampu
mengungkap secara komprehensif pengaruh antara faktor-faktor yang mempengaruhi
persepsi terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Wakatobi.
Adapun teknik analisis data dalam
penelitian ini adalah:
1. Faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pegawai dianalisis
dengan menggunakan statistik inferensial dalam hal ini analisis regresi linear
sederhana. Untuk jelasnya persamaan analisis regresi linear sederhana terlihat
berikut ini.
Y
= a + bX + e
(Sumber:
Sudjana, 2001:74)
Dimana:
Y = Dependent
variable
a = Intercept
X = Independent
variable
b =
Koefisien regresi
e = Epsilon
Selanjutnya untuk mencari nilai a dan b, pada persamaan tersebut,
menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
Y = Jumlah skor untuk variabel Y
a = Konstanta untuk sampel
b = Koefisien regresi
X = Jumlah skor untuk variabel X
XY = Jumlah hasil kali antara X dan Y (kovarians)
X2
= Jumlah kuadrat tiap skor X
(ΣX)2 =
Jumlah skor X yang dikuadratkan
n = Banyaknya
sampel
Aplikasi model
tersebut, selanjutnya dikondisikan dengan penelitian ini sehingga diperoleh
persamaan regresi linear sederhana dalam bentuk perkiraan sebagaimana terlihat
berikut ini.
Y
= a + bX + e
Dimana:
Y =
Kualitas pelayanan
a = Bilangan
konstanta
X =
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
b =
Koefisien regresi
e = Epsilon
2.
Besarnya faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap kualitas pelayanan
ditentukan berdasarkan nilai koefisien regresi yang diperoleh.
3.
Hasil uji statistik tersebut, selanjutnya di interpretasi
secara kualitatif dengan merujuk pada teori-teori dan konsep-konsep yang telah
dikemukakan pada tinjauan pustaka. Dengan demikian interpretasi hasil
penelitian ini memadukan penyajian fakta empirik yang diperoleh di lapangan,
pengujian secara statistik mengenai hubungan antar variabel, dan interpretasi
logis berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep yang ada.
Untuk dapat mencapai tujuan dan menjawab hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi
persepsi (X) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kualitas pelayanan
(Y), dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana dari data hasil
penelitian. Sesuai data hasil penelitian, selanjutnya dianalisis dengan
menggunakan program komputer Statistical Product
and Service Solution
(SPSS) Windows versi 16.0, dan diperoleh hasil
sebagaimana yang ada pada Lampiran. Berdasarkan hasil analisis regresi
terlampir dimaksud, selanjutnya dibuatkan rekapitulasi sebagaimana pada Tabel 2
berikut ini.
Tabel 2. Hasil Analisis Regresi
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi (X) Terhadap Kualitas Pelayanan (X)
Variabel Penelitian |
Koefisien Regresi/Standardize Cofficient (beta)
|
thitung
(db=41)
|
Sig. T |
Ket. |
|
|
|
B |
Std. Error |
|
|
|
Konstanta (Constant)Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) |
-5,3470,912 |
7,5660,117 |
-0,7077,793 |
0,4840,000 |
Sig.
|
R (Korelasi) = 0,773R-Square (Koefisien Determinasi) = 0,597Durbin Waston stat = 1,821 |
Fhitung = 60,724Sig F = 0,000 |
||||
Sumber: Hasil Olahan Data Primer
Berdasarkan hasil analisis linear sederhana pada
Tabel 2 tersebut, maka diperoleh hasil persamaan regresi untuk variabel X
terhadap Y sebagai berikut:
Y = a + bX
Y = -5,347 + 0,912X
Koefisien regresi
dimaksudkan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan
Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi. Mengacu pada persamaan
tersebut, semua tanda yang nilai koefisien regresi yang positif menunjukkan
bahwa jika nilai variabel bebas yakni variabel faktor-faktor yang mempengaruhi
persepsi (X) meningkat atau ditingkatkan maka akan mendorong peningkatan
kualitas pelayanan (Y) pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Wakatobi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan atau penurunan
nilai variabel faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X), maka akan
menyebabkan kenaikan atau penurunan nilai varibel kualitas pelayanan (Y),
dengan kata lain terjadi perubahan searah antara faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi (X) dan variabel kualitas pelayanan (Y) dengan asumsi
bahwa variabel lainnya dianggap konstan. Dari persamaan tersebut, menunjukkan
bahwa nilai koefisien regresi/Standardize Cofficient (beta) variabel bebas adalah positif yang berarti bahwa arah
hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat adalah positif, lebih
jelasnya dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
1. Konstanta
(a) = -5,347 menunjukkan bahwa jika setiap variabel bebas yaitu faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi (X) sama dengan nol, maka kualitas pelayanan (Y)
pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi akan
menurun sebesar 5,347.
2. Koefisien
regresi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) sebesar 0,912 dengan nilai
signifikan t = 0,000 adalah lebih kecil dari a = 0,05,
yang berarti bahwa apabila nilai koefisien regresi variabel lain dianggap tetap
atau konstan, maka setiap perubahan nilai dari variabel faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan kualitas
pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi
sebesar 0,912.
Berdasarkan Tabel 2
tersebut, maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini dikemukakan berikut
ini.
1. Uji Koefisien Korelasi (R)
Koefisien
korelasi digunakan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan pengaruh yang
terjadi antara variabel faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) dengan
variabel kualitas pelayanan (Y). Sesuai hasil analisis dengan menggunakan
program komputer Statistical Product and Service
Solution (SPSS) Windows versi 16.0, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) yang
diperoleh sebesar 0,773 atau 77,30 %. Hal ini berarti bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi (X) berhubungan positif dan kuat dengan kualitas
pelayanan (Y), atau dapat dikemukakan bahwa apabila faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi (X) ditingkatkan sebesar 77,30 % maka kualitas pelayanan (Y)
akan meningkat sebesar itu pula.
2. Uji Koefisien Determinasi (R Square)
Uji Koefisien Determinasi
digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variabel terikatnya. Nilai (R Square) yang mendekati satu berarti
variabel bebasnya memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi variabel terikat (Ghozali, 2007:118). Sesuai hasil analisis dengan menggunakan program komputer
Statistical Product and Service Solution (SPSS) Windows versi 16.0, diketahui hasil perhitungan koefisien
determinasi seperti pada Tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Koefisien Determinasi (R Square)
|
Model Summaryb
|
||||||||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
Change Statistics
|
Durbin-Watson
|
||||
|
R Square Change
|
F Change
|
df1
|
df2
|
Sig. F Change
|
||||||
|
1
|
.773a
|
.597
|
.587
|
4.45182
|
.597
|
60.724
|
1
|
41
|
.000
|
1.821
|
|
Sumber:
Hasil Olahan Data Primer
|
||||||||||
Berdasarkan Tabel 3
tersebut, menunjukkan bahwa hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien
determinasi sebesar 0,597 atau 59,70 %. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 59,70
% variasi perubahan yang terjadi pada variabel kualitas pelayanan (Y)
diterangkan atau dijelaskan oleh variabel faktor-faktor yang mempengaruhi
persepsi (X). Sedangkan sisanya sebesar 0,403 atau 40,30 % adalah variasi
perubahan yang terjadi pada variabel terikat dalam hal ini adalah kualitas
pelayanan (Y) diterangkan atau dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel
analisis dalam penelitian ini.
3. Uji
Parsial (Uji t)
Uji
parsial dilakukan untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel bebas yaitu
faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) terhadap kualitas pelayanan (Y)
dengan tingkat signifikansi 5 % (a = 0,05). Apabila nilai signifikan thitung
< tingkat signifikansi tertentu (5 %) maka terdapat pengaruh yang signifikan
dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Begitu pula sebaliknya apabila
nilai signifikan thitung > tingkat signifikansi tertentu (5 %),
maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap
variabel terikat. Sesuai
hasil analisis dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) Windows versi 16.0, pada Tabel 5.9,
diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (X) berpengaruh
signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y) pada Dinas Pendidikan Nasional
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji
parsial (uji t) pada tingkat kepercayaan 0,95 atau taraf nyata a = 0,05,
derajat bebas 41, dimana thitung
= 7,793 > ttabel 2,0195 atau
dengan nilai propabilitas = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, maka hipotesis yang diajukan
yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Wakatobi dapat diterima.
Untuk besarnya pengaruh faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan
Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi ditandai dengan nilai koefisien
regresi yaitu sebesar 91,20 %.
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
guru yang diamati melalui dimensi faktor yang ada pada pelaku persepsi (perceiver),
faktor yang ada pada objek atau target yang dipersepsikan, dan faktor konteks
situasi dimana persepsi itu dilakukan berpengaruh signifikan terhadap kualitas
pelayanan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Wakatobi. Artinya bahwa perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru
ke arah yang lebih baik akan meningkatkan atau memperbaiki kualitas pelayanan
pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi.
2. Besarnya pengaruh faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi guru terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Pendidikan
Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi adalah cukup baik yaitu sebesar
59,70 %. Namun demikian masih ada sebagian responden yang menilai bahwa
kualitas pelayanan masih kurang baik yaitu 40,30 %, dengan alasan bahwa lamban
dalam memberikan pelayanan, masih kurang keterbukaan dalam menerima kritik dan
saran, masih kurang jaminan keamanan dalam pelayanan, belum merasa nyaman dalam
menerima layanan, pemberian pelayanan kurang sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan, masih kurang menanggapi kebutuhan pengguna layanan, dan masih
kurang memberikan perhatian penuh terhadap pelayanan.
Adapun saran
yang disampaikan penulis dalam penelitian ini adalah:
1. Bagi guru yang menggunakan layanan, dapat memberikan
persepsinya dengan sebenarnya dengan memaksimalkan motif dalam menerima layanan
terhadap kualitas pelayan pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olaharaga
Kabupaten Wakatobi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawainya
yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanannya.
2. Bagi pegawai pada Dinas Pendidikan Nasional Pemuda
dan Olahraga Kabupaten Wakatobi, kiranya dapat meningkatkan kualitas
pelaksanaan tugas pokok dan tanggung jawabnya dalam
memberikan pelayanan, perlu keterbukaan dalam menerima kritik dan saran, perlu jaminan
keamanan dalam pelayanan, perlu kenyamanan dalam menerima layanan, pemberian pelayanan
perlu sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, perlu menanggapi kebutuhan
pengguna layanan, dan perlu memberikan perhatian penuh terhadap pelayanan agar guru benar-benar puas terhadap pelayanan yang diterimanya.
DAFTAR
PUSTAKA